Gratefull

Izinkan aku bercerita sedikit. Aku ingin bersyukur atas apa yang sudah aku alami sepanjang hidupku. Aku sudah melewati berbagai hal yang cukup banyak membuat ku banyak belajar dan mengerti arti hidup. Dulu aku sempat merasa aneh, bingung dan sedih atas apa yang terjadi terhadap keluarga ku. Aku harus terpisah dari ayah-ku. Walaupun sebenarnya dulu aku sudah terbiasa di tinggal ke luar kota oleh nya. Lalu saat mereka memutuskan untuk berpisah saat aku berusia 8 tahun aku sedih namun juga lega. Kini, setelah waktu berjalan dan aku beranjak dewasa mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Memiliki 2 pasang orang tua saat ini menurut menjadi sebuah kebahagiaan yang berbeda tersendiri. Aku bisa mendapat uang lebih haha. Aku juga bisa mendapat kasih sayang yang lebih. Terlebih aku beruntung orang tua sambung ku semuanya menyayangi ku dengan tulus. Aku bisa merasakan itu. Aku bersyukur. Terimakasih

Advertisements

Beleive

Kali ini aku percaya bahwa menulis benar-benar membuatku lebih baik. Selama beberapa tahun terakhir aku tidak pernah lagi menulis di buku harian ku. Setiap aku mencoba menulis rasa nya aku seperti kelu. Sudah tidak bisa seperti biasnya. Aku berhenti menulis di buku harian ku karena keluarga ku selalu mencoba membuka dan membaca buku harian ku . kesal rasanya , maka dari itu aku berhenti menulis. Semalam aku kembali mencoba mencurahkan perasaan ku tetapi bukan di buku harian lagi melainkan di sebuah alat yang lebih canggih. Ya, laptop. Rasanya lega sekali bisa mencurahkan semuanya di sana. Beban dan perasaan yang mengganjal belakangan ini jadi bebas. Seperti tali yang membelenggu ku beberapa tahun terakhir lepas begitu saja. Boleh aku beri saran? Menulis adalah cara terbaik bila kamu merasa sepi, sedih tetapi tidak ingin berbagi dengan siapapun.